Mas Woto Launching Buku “Dalane Urepku”



dilansir : http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/suprawoto-launching-buku-dalane-urepku-























Jatim Newsroom- Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan  Informatika (Kemkominfo), Suprawoto,Jumat (12/2) melaunching buku yang memuat biografinya berjudul “Dalane Urepku” di Surabaya. Buku setebal 690  halaman dengan menggunakan bahasa Jawa ituditulis sendiri oleh Suprawoto  selama enam  tahun.

Menurut Suprawotosengaja buku ini ditulis menggunakan bahasa Jawa agar  masyarakat menggemari bahasa Jawa dan lebih mengetahui tentang jatidiri budayanya“Kalau bukan kita yang melestarikan budaya dan bahasa Jawasiapa lagi  yang akan melestarikannya,” ujarnya.



Penulisan biografi dengan menggunakan bahasa Jawaadalah sebagai upaya melestarikan dan memberikan pelajaran  pada generasi muda, yang kini mulai banyak yang tidak paham pada nilai-nilai yang terkandung dalam budayanya.


“Buku ini nantinya akan kami bagikan secara gratis pada sekolah, perpustakaan, Universitas di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogjakarta. Semua biaya percetakan Alhamdulillah semuanya menggunakan uang pribadi,” kata Suprawoto yang sebelumya juga pernah sebagai Kepala Dinas Kominfo Jatim.

Ditanya tentang rendahnya minat baca masyarakat terhadap media berbahasa daerah, Soeprawoto mengaku prihatin. Menurutnya, jumlah penerbitan berbahasa daerah makin menyusut karena kalah bersaing dan putusnya regenerasi pembaca tradisional mereka. Pembaca media berbahasa Jawa makin sedikit karena anak-anak muda sekarang kurang menyukai bacaan berbahasa daerah. Ketidaksukaan itu, salah satunya disebabkan sejak di bangku sekolah tidak ditanamkan jiwa mencintai bahasa daerahnya. "Namun Alhamdulilah kini bahasa daerah menjadi kurikulum wajib disekolahan,” kata pria yang genap berusia 60 tahun pada tanggal 3 Pebruari lalu.

Prio Aljabar, seniman Jawa Timur menambahkan, penulisa buku profil yang menggunakan bahasa Jawa ini adalah sebagai bukti kesahajaan kehidupan Pak Suprawoto. “Bayangkan, buku ini ditulis sendiri, dicetak dengan biaya sendiri dan dibagikan secara gratis. Sementara bahasanya menggunakan bahasa Jawa. Kalau bukan orang bersahaja tidak akan berhasil,” ujarnya.

Menurut Prio, buku ini adalah yang pertama kalinya di Indonesia sebuah biografi yang ditulis dengan menggunakan bahasa daerah. Selama ini orang kalau nulis biografi umumnya bahasa Indonesia. Bila perlu juga menggunakan dua bahasa yakni Indonesia dan Inggris. “Launching buku yang baru dilakukan sekarang disaat dia tidak menjabat sebagai Sekjen, adalah sebagai bukti bahwa Suprawoto itu orangnya gak neko-neko,” katanya. 

Hadir dalam launching buku tersebut diataranya I Basis Susilo mantan Dekan Fisip Unair, Suko Widodo pakar komunikasi Fisip Unair, dan pejabat Kementerian Kominfo dan Dinas Kominfo Jatim. (jal)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buat Buku Otobiografi Berbahasa Jawa, Siap Dibagikan ke Instansi Gratis

Mas Woto Budayakan Literasi Bahasa Jawa

Cendana Tinggal Nama