Sekjen Kominfo: Para Pendiri Bangsa Dikenal Karena Menulis

Sekjen Kominfo: Para Pendiri Bangsa Dikenal Karena Menulis

dilansir : https://kominfo.go.id/content/detail/3940/sekjen-kominfo-para-pendiri-bangsa-dikenal-karena-menulis/0/berita_satker


Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dr. Suprawoto SH, M.Si menyatakan, para pahlawan pendiri bangsa dikenal hingga saat ini karena rajin menulis sehingga menghasilkan karya-karyanya.
Kartini itu dikenal sampai sekarang karena menulis. Kalau Kartini tidak menulis mungkin tidak akan dikenal. Kartini akan menjadi wanita Jawa seperti yang lainnya, menjadi istri ke 3, istri ke 4 pangeran di zaman itu, kata Suprawoto saat menjadi nara sumber pada acara Pembinaan Pegawai Ditjen IKP 2014 di Lido Lakes Resort & Conference, Jl. Raya Bogor, Sukabumi Km. 21, Jumat (11/4).
Menurutnya, orang boleh hebat setinggi langit, orang boleh kaya setinggi langit, orang lebih tenar setinggi langit, kalau tidak menulis dia akan hilang dari sejarah.
“Menulis adalah pekerjaan keabadian. Jadi, menulislah kalau ada waktu luang”, ujarnya seraya menambahkan bahwa saat ini sarana memungkinkan, berbeda dengan jaman dulu yang hanya memakai tulisan tangan.
Dalam paparannya, Sekjen memperlihatkan beberapa gambar untuk ditebak pegawai Ditjen IKP, namun masih banyak pegawai Ditjen IKP yang tidak mengenal gambar para pendiri bangsa, diantaranya seperti Kartini, Bung Tomo, DR. Sutomo dan gambar para pendiri bangsa lainnya. “Jadi, yang dihafali hanya Cak Lontong saja, yang dilihat setiap hari di televisi”, terangnya.
Sekjen bertanya lagi kepada pegawai Ditjen IKP apakah tau nama kakeknya atau neneknya, kenapa kakek kawin sama nenek. “Banyak yang tidak mengetahuinya karena kakek dan neneknya tidak menulis, hanya menceritakannya saja. Tatkala cerita, anaknya lupa, karena tidak ditulis. Oleh sebab itu, mari kita menulis seperti Kartini agar dikenal”, tuturnya.
Terkait dengan kedisiplinan pegawai, Sekjen mempertanyakan adanya pegawai yang absent sejak pukul 05.00 WIB, namun pegawai yang bersangkutan tidak ada di tempat. “Apakah ini yang namanya disiplin, sementara pegawai itu tidak tahu kemana?”, kata Suprawoto.
Kepada pegawai Ditjen IKP, Suprawoto berharap, dengan adanya pencanangan di Ditjen IKP dengan tema “Disiplin Bekerja, Luar Biasa” dengan tulisan pada pin yang dilekatkan di dada kiri “Saya Disiplin” tidak hanya pencanangan saja, namun harus diterapkan oleh seluruh pegawai Ditjen IKP.
“Kami berharap disiplin benar dalam segala hal apapun mulai dari di kamar mandi sampai hal-hal yang lainnya. Disiplin itu tidak hanya masuk kantor, tapi disiplin disini juga kalau membuat sampah harus pada tempatnya. Jadi, disiplin itu dimulai dari hal-hal yang kecil-kecil”, kata Suprawoto (Az).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buat Buku Otobiografi Berbahasa Jawa, Siap Dibagikan ke Instansi Gratis

Mas Woto Budayakan Literasi Bahasa Jawa

Cendana Tinggal Nama